Punya Pertanyaan?
Mari berbincang.
Di Balik Kecanggihannya, Metaverse Juga Punya 3 Potensi Kelemahan Ini

03 Maret 2022

Sebagian besar dari kamu pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar pembicaraan seputar metaverse di kalangan masyarakat baik di Indonesia maupun dunia. Berasal dari kata dalam Bahasa Inggris meta yang artinya “melampaui” dan universe yang artinya “alam semesta”, metaverse sebenarnya telah diterapkan pada dunia permainan digital. Akan tetapi, konsep ini juga dikabarkan akan segera menyediakan ruang supaya pengguna internet dapat merasakan sensasi hadir secara nyata di tempat yang diinginkan atau bertemu dengan orang lain secara virtual. Dengan mengandalkan teknologi virtual (VR) dan augmented reality (AR), metaverse akan bersiap mengantarkan kita kepada kemudahan dalam bersosialisasi, memasuki dunia game, dan bahkan bepergian ke berbagai tempat tanpa harus beranjak dari tempat kita berada. How exciting!

Konsep serba canggih pada metaverse mungkin dapat membuat setiap penggunanya terpana. Namun demikian, setiap inovasi yang tercipta untuk memberikan kemudahan hidup akan selalu memiliki kekurangan. Berikut ini akan diulas beberapa potensi kekurangan yang kemungkinan ditemui pada metaverse.

Baca juga: Hadirkan Aura Positif di Rumah untuk Hidup Lebih Bahagia, Berikut 5 Tipsnya 

  1. Membangkitkan kejahatan siber

Karena metaverse merupakan konsep baru yang berbasis teknologi internet, keamanan sistem komputer atau cyber masih belum terjamin. Hal ini tentunya meningkatkan potensi kebocoran data pengguna internet yang dapat mengakibatkan terjadinya beragam bentuk kejahatan seperti penipuan atau fraud, pencucian uang, transaksi atau bisnis barang ilegal, bahkan serangan siber yang dapat membahayakan nyawa.

  1. Mengakibatkan masalah kecanduan

Sebagai inovasi yang lahir dari teknologi berbasis digital, metaverse menawarkan pengalaman memasuki dunia virtual kepada para penggunanya. Mirip seperti ketika sebuah video game dimainkan, penggunaan teknologi metaverse juga dapat mengakibatkan kecanduan yang sudah pasti akan menghambat keseharian di kehidupan nyata.

  1. Kesehatan mental dapat terganggu

Bagi pengguna dengan gangguan kesehatan psikologis seperti depresi, mengarungi kehidupan di dunia virtual pada metaverse mungkin dirasa lebih baik ketimbang kenyataan. Pemahaman bahwa metaverse adalah suatu bentuk pelarian dari kehidupan dunia nyata ini tentunya hanya akan memperburuk kondisi yang mereka alami.

Baca juga: Milenial, Kenali Quarter Life Crisis dan Cara Melewatinya

Dikabarkan juga bahwa di dunia metaverse, pengguna dapat membeli lahan dan properti virtual yang nantinya akan dijadikan sebagai bentuk investasi. Namun, kepastiannya masih diperdebatkan, mengingat metaverse tidak berwujud nyata.

Selagi menunggu kepastiannya, beli properti seperti rumah impian di Hyra at Melia di Graha Raya dulu aja! Dapatkan penawaran DP 0%* dan installment 8 Mio* per bulan dan wujudkan hunian impianmu yang dekat dari mana aja. Yuk, bahagia menyongsong masa depan yang cerah bersama Graha Raya! Untuk informasi lebih lanjut, hubungi (021) 5312 3000 atau WhatsApp ke 0877 5312 3000.

*Syarat dan ketentuan berlaku

Share